Masih Dalam Penyembuhan

     Semakin lucu saja dunia, dia terus menertawakanku dengan mimik mengasihani. Apakah wajah ku ini bak pengemis yang terlalu kotor dengan baju yang compang camping disana sini. "bukan itu!" katanya masih menertawai. "lalu apa?" kataku penasaran. Namun dunia semakin menertawakan ku, terpingkal-pingkal, "uh,betapa menjengkelkannya kau!" cetusku kesal.
    Lalu, aku kembali menertawakannya, biar dia tau bagaimana rasanya disudutkan dengan cara yang sangat memalukan itu. Aku membangun semangat ku, menindas kemalasan yang terus bergejolak, dan melupakan hal-hal bodoh. dunia meraju, dan menunduk. Aku gapai dia perlahan-lahan, kutarik memasuki ruang mimpi ku, dia terkagum-kagum. "kau punya imajinasi yang luar biasa!" katanya sembari mengangga. "yah..", inilah alam mimpi ku, imajinasiku, semuanya.
    Dimulai dari sini keajaiban akan datang satu persatu bersama sebuah kegigihan. "kau tau, betapa sulitnya diriku sampai disini?" tanyaku, dia hanya menggeleng lalu tersenyum tipis. Aku tidak melanjutkan karena matahari telah membangunkanku dari imajinasi yang begitu tinggi ini.

Komentar

Postingan Populer