Lebih Jauh Dari Mimpiku
Ya, karena aku masih menunggu hari-hari esok untuk ikut tertawa bersamaku. Duniaku masih tersingkirkan oleh keegoisan yang melanda hati. Selama ini, sampai aku berada dipelataran yang bukan pijakan ku sehari-hari, aku tetap membisu bagai bukan manusia. Aku ada, dan aku sekecil kerikil.
Aku masih sembunyi diantara ilalang yang tumbuh lebat. Lalu jalan itu tidak pernah aku temukan, aku tidak mampu menengok, ilalang itu melebihi tingginya nyali ku. Aku kembali menegakkan sisa badanku yang menekuk, aku paksa sampai ku lihat. .didepan sana hamparan taman bunga berselimut kupu-kupu nan elok. Aku mencoba lari, tidak menghiraukan betapa berat ilalang itu untuk ku singkap.
Semakin dekat, semakin berat langkah ini. Ilalang itu melukai sebagian dari tubuhku, dan luka itu menambah sulit ruang gerakku. aku tidak menyerah, terus berlari, tapi seakan jauh sekali lautan bunga itu. kupu-kupu itu, aku ingin menyentuhnya, lalu memotret, biar dia abadi dalam pandanganku.
aku masih tidak peduli dengan ilalang itu, mataku tetap memandang kedepan, disana, tempat yang sangat jauh, lebih jauh dari mimpi-mimpiku. . .
Komentar
Posting Komentar