Biadab

     Bukan sebuah nurani yang menggagas ideologi diri, aku juga manusia dengan berjuta perasaan yang tidak dapat dikendalikan. Bisa kapan saja aku menangis lalu tertawa dengan air mata dan bisa saja aku tiba-tiba terdiam bisu. Inilah jiwa kemanusiaanku yang tidak urung dari berbagai uji coba atas kejamnya alam. Aku biarkan jiwaku sepenuhnya melayang, meraih apapun yang ingin diraih. 
     Aku mungkin malu dengan banyak kekurangan, tapi tidak sedikitpun menyerah dengan mudah. Aku sudah terlanjur biadab, jiwaku bukan hanya marah dengan keadaan melainkan sangat angkuh melawan dunia. Aku tetap manusia, manusia biasa yang iri terhadap sesama. Mereka boleh tertawa, mereka boleh merendahkan, tapi sayang rasa peduliku hanya sebatas motivasi untuk memperbaiki diri.

     Aku telah turun dari langit yang pengap, tujuanku tidak lain, hanya untuk menghirup udara lebih bebas dari sebelumnya. Aku telah mencoba, mengukir berjuta keinginan yang tinggi, namun belum sempat selesai satu kata semuanya telah musnah terbawa angin. Tidak berhenti begitu saja, aku terus mencoba dan terus mencoba. Namun semuanya tetap sama, terhapus angin begitu saja.

Komentar

  1. kamu habis diperkosa ya.
    Tin, aku turut prihatin atas musibah yang menimpamu.

    hikz..
    hikz..
    hikz..
    hikz..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer