Sang Pertiwi

Sang Pertiwi

Derita duka dalam tawa pekat sang religius
Dialiri tangis yang diam-diam menyatu dalam kalbu
Dia seolah jatuh tidak dihiraukan
Sang pertiwi, mengaku telah musnah dalam sejarah
Tenggelam bersama wanginya nama yang kian dikenang
Lalu, dari masa ke masa menjamur, mengiang, meracuni sejarah
Teman bersenandung dalam kesunyian, mengusik jiwa.
Dia seperti tumbuh kembali, dalam jiwa.
Jiwa manusia dimasa sekarang, jiwa manusia modern.
Kembali aku bercerita, sang pertiwi keagungan.
Yang mati diantara kepedihan, tak wujud cita-cita.
Demi cinta pada sang bapak, sang pertiwi jatuh.
Dalam kesedihan, terbelenggu, kesepian, lalu mati.
Sang pertiwi, nafas segarmu masih terdengus sampai saat ini.

Komentar

Postingan Populer