harian
Hari ini aku kembali teringatkan akan ikrar dalam hati sendiri, bagaimana aku berkata bahwa menulis adalah hidupku, menulis adalah sebagian nyawa ku. Ternyata aku tidak lepas dari kaum munafik dunia. Yang mengatakan indah pada bibir lalu ingkar dihati dan perbuatan. Sebenarnya aku sudah mencoba, bagaiman membuang rasa malas yang membelenggu diri.
Memang kuakui sulit, inilah ujian hidup yang jadi beban dipunggung. Meski sekalipun aku tak berhasil, aku tetap mencoba dan terus mencoba. Terkadang aku jenuh dengan diri sendiri, karena terus memikirkan tapi tdakmelakukan.
Aku sudah terlalu resa memikirkan masa depan, yang tidak tentu pula. Benarkah kehidupanku yang sekarang aka menjadi bayangan masa depan. Aku tidak mau sugguh tidak mau. Aku ingin bisa lebih dari ini. Wajarkan, semua orang pasti ingin itu dan aku juga.
Namun bagaimana sebenarnya menjadi manusia yang berguna itu, bukan yang diagung-agungkan karena harta namun jiwa kepahawanannya yang tidak dimiliki orang lain. Karena prestasinya yang tidak orang lain bisa lakukan. Bagaimana semua itu?.
sulit, bukan tidak bisa to!!
BalasHapushttp://ikedewi.blogspot.com/
http://aji-mencatat.blogspot.com/
http://ririsaditia.blogspot.com/
http://mubarokkaatin.blogspot.com/
http://iskakhakiki.blogspot.com/
jika tidak mengunjungi keterlaluan.
BalasHapus